**Verse 1**
Tak pernah ku minta pertemuan itu,
Di ruang sederhana tanpa rencana waktu.
Kau datang seperti hujan pertama,
Menyentuh keringnya hati yang lama.
Hanya sekali kita berbagi cerita,
Namun suaramu tinggal di kepala.
Senyummu singgah tanpa permisi,
Membuat rinduku tak tahu diri.
**Pre-Chorus**
Tapi ada hati yang harus kujaga,
Yang lebih dulu percaya dan setia.
Ada nama yang kupanggil doa,
Sebelum takdir mempertemukan kita.
**Chorus**
Kau hadir sekali, namun tak pernah pergi,
Tertinggal di sudut terdalam hati.
Walau langkahku harus kembali,
Pada cinta yang telah kupilih.
Aku tak ingin melukaimu,
Tapi bertahan pun melukaimu.
Maka biarlah aku yang menjauh,
Menyisakan luka di hatimu yang utuh.
**Verse 2**
Tak ada janji yang kita ikrarkan,
Namun rasanya lebih dari sekadar kenangan.
Tatapanmu seperti pertanyaan,
Yang tak sanggup ku beri jawaban.
Andai waktu bisa kuputar,
Mungkin takkan kubiarkan kita bergetar.
Namun cinta datang tanpa izin,
Dan pergi pun tak pernah ringan.
**Pre-Chorus 2**
Setiap malam namamu terlintas,
Meski ku tahu itu tak pantas.
Karena di sisiku ada yang setia,
Menunggu tanpa curiga.
**Chorus**
Kau hadir sekali, namun tak pernah pergi,
Tertinggal di sudut terdalam hati.
Walau langkahku harus kembali,
Pada cinta yang telah kupilih.
Aku tak ingin melukaimu,
Tapi bertahan pun melukaimu.
Maka biarlah aku yang menghilang,
Meski hatimu perlahan retak dan hilang terang.
**Bridge (English Verse)**
You were a moment I can’t erase,
A fragile light I can’t replace.
I have a heart that I must keep,
A promise rooted far too deep.
If I stay, I break you more,
If I leave, I close the door.
So I choose the pain we hide,
And let my love for you subside.
**Final Chorus (Soft & Emotional)**
Kau hanya sekali dalam hidupku,
Namun tinggal selamanya di relungku.
Maafkan aku yang tak berani,
Memilihmu walau hati ini lari.
Kini ku pergi tanpa suara,
Membiarkan kau menanggung lara.
Karena mencintaimu adalah salah,
Dan meninggalkanmu adalah luka yang tak pernah kalah. 💔