(Verse 1)
Rizqiana Aila Defanesh, permata hatiku,
Namamu adalah doa, yang terukir di jiwaku.
Di awal September, semesta bersorak gembira,
Saat nafasmu menjadi melodi pertama, di dunia.
(Chorus)
Nak, semoga langkahmu tak pernah lelah mengejar cahaya,
Tumbuhlah menjadi sungai, yang memberi hidup pada setiap jiwa.
Kelak, saat badai datang, semoga kau tegar seperti karang,
Dan hatimu selalu menjadi pelabuhan bagi kasih sayang.
(Verse 2)
Waktu merangkak, kau mekarkan setiap detik,
Kami saksikan, kau ukir kisahmu, begitu otentik.
Jangan pernah takut, walau rintangan menghadang,
Sebab doa kami, adalah sayapmu yang takkan hilang.
(Bridge)
Rizqiana, Aila, Defanesh, kau adalah makna,
Bukti cinta yang tak bertepi, anugerah dari semesta.
Teruslah bersinar, putriku, dengan cahayamu sendiri,
Karena di mataku, kau adalah mahakarya abadi.
(Chorus)
Nak, semoga langkahmu tak pernah lelah mengejar cahaya,
Tumbuhlah menjadi sungai, yang memberi hidup pada setiap jiwa.
Kelak, saat badai datang, semoga kau tegar seperti karang,
Dan hatimu selalu menjadi pelabuhan bagi kasih sayang.