hooiiii… hoi… hoi…Ragommmm...
PUKI...
Pria: “Mokondooo goyang…!”
Wanita: “Sertifikat tanah dulu baru joget sayang~”
Tak dung tak dung jedor… ayo kita goyang!
---
Di kampung Nenek Moyang ku,
si Mokondo hebohnya luar biasa,
Antre dari pagi bangun sampai mata mau merem juga.
Setiap menit HP Bapak nya berdering,karna semua berkas harus siap dibawa kekantor balai Desa Tanjung Sarang Elang,
Takut kalau telat, tanah bisa hilang tidak lagi atas Nama nya.
## **🎶 Verse 1 (Wanita)**
Eh abang datang-datang cuma bawa Sebatang MOKONDO,
Aku dari tadi antre—capek juga berdiri!
Tapi walau nunggu lama, tetap ceria sayang,
Kalau berkas kelar… kita joget sampai terang!
---
## **🔥 Chorus (Duet Sahut-Sahutan)**
*Mokondo… Mokondooo…
Gila beristri lagi gadai sertifikat tanah bang, sampai lupa makan Anak istrinya!
Mokondo… Mokondooo…
Gilak Sertifikat tanah dan Berzinah—asyik!—berkas tetep jalan hidup tidak sepadan.
Dari pagi sampai malam suaranya tetap sama:
“Pak, cepat tanda tangan—udah pegel antre lama!”
Mokondooo…Cetak anak dengan istri orang..
Ooo iya sayang…
** *Gila sertifikat tanah! sampai lari kemalaysia*
---
## **🎶 Verse 2 (Wanita)**
Di ujung ruangan ada Mokondo bawa peta,
Katanya batas tanah dari pohon kelapa sampai batas Rumah atok tua.
Anak muda bantu ukur tapi malah saling ulur,
Akhirnya ketawa semua—hah!—Penuh tanda tanya.
Di warung depan kantor gosip makin rame,
“Siapa dapat duluan? Siapa belum jalan?” "Sapa pula yang jadi korban..?? Oleh Manusia yang berwatak siluman??
Tapi kalau musik hidup langsung goyang bersama,
Pegang berkas di tangan—tetap joget pelan… tapi mantap, sayang!
Mokondo… Mokondooo…Sang Penyetir Bapak Kepala Desa nya
Gila sertifikat tanah bikin Orang gerah
Mokondo… Mokondooo… Gila istri dua
Tapi kalau Wanita datang langsung hilang Barang..
**Wanita:** Sambil goyang—sambil urus berkas—tetap bahagia walaupun penuh sandiwara..
**Pria:** Perjuangan panjang akhirnya lunas juga…
**Berdua:**
Mokondooo… gila sertifikat tanah Yang penting istri bisa nambah
---
## **🎵 Bridge (Dialog Manis + Goyang)**
Abang, nanti kalau sertifikatnya jadi…
Iya sayang, abang traktir istri muda jadi istri tambah lagi!
Halah, janji terus!
Yang penting kita goyang dulu~
Tak dung tak dung jedor—hooooy!
---
Hei sayang… kalau semua sudah beres,
Kita pesta semalaman sampai kampung bergetar keras! tak perduli Halal haram yang terpenting Lepas hasrat yang terpendam
Mokondo… Mokondo…
Kampung heboh karena sertifikat tanah dialih untuk ber istri muda