Dulu katanya pengabdi negeri,
Sekarang sibuk isi saku sendiri.
Dari tambang sampai bensin swasta,
Rakyat disuruh beli bensin oplosan.
Karyawan disuruh jual kopi di jalan,
Sambil senyum pura-pura tahan.
Katanya demi ekonomi mandiri,
Padahal buat isi gengsi sendiri!
Oh goblin… like the boss like himself,
Sama-sama rakus, beda titel!
Bikin aturan yang membagongkan,
Profesor palsu sok berwawasan!
Begini kalau ilmu dijual omong,
Jadinya negeri makin kosong~
Di taman nasional kau gali impian,
Bukan emas—tapi kehancuran.
Benderamu bukan merah putih,
Tapi warna lembaran yang basah dan licin.
Rakyat cuma bisa teriak, “sadar dong!”
Tapi suaramu dibungkam undang-undang ITE
Janji manis tinggal kenangan,
Yang pahit malah jadi kebijakan.
Oh goblin… like the boss like himself,
Sama-sama rakus, beda titel!
Bikin aturan yang membagongkan,
Profesor palsu sok berwawasan!
Begini kalau ilmu dijual omong,
Jadinya negeri makin kosong~
Hey goblin, lihat cerminmu malam ini,
Itu bukan rakyat, itu mimpi basi.
Gelarnya tinggi, nuraninya mati,
Yang tersisa cuma tawa ironi.
Oh goblin… like the boss like himself,
Negeri dijual, katanya reform!
Bikin aturan yang membagongkan,
Profesor palsu sok berwawasan!
Begini kalau nurani hilang dong,
Yang tersisa cuma… kosong.
Kosong…
Kosong…
Negeri kami kau buat kosong…