Verse 1
Dalam nama yang selalu kusebut
Tapi tak pernah mengenalkan Diri-Nya
Aku buka kitab ini
Dengan pecahan huruf yang tak lagi menyusun makna
Bukan karena tak kudapati-Nya
Tapi setiap kali kusebut “Dia”
Yang hadir justru gema dari diriku sendiri
---
Pre-Chorus
Bismillah…
Letupan pertama dalam semesta bahasa
Apakah nama bisa memuat yang tak bernama?
Apakah aksara bisa mengikat yang melampaui bentuk?
---
Verse 2
Maka kususun lagi:
ب – adalah batas
س – adalah suara yang tak bisa dikejar
م – adalah muara yang menipu
اللّٰهِ — adalah api yang menyamar sebagai cahaya
Aku menyebut nama-Nya dengan lidah yang diciptakan-Nya
Dengan logika yang digoda hukum buatan manusia
Dengan niat yang selalu dibajak kesucian palsu
Tak ada awal sejati selain kehancuran atas segala permulaan
---
Chorus
Basmalah ini bukan pernyataan cinta
Tapi ledakan sunyi
Yang meluluhlantakkan seluruh kehendak tahu
Bacalah dengan kehampaan
Bacalah dengan tubuh yang telah patah
Bacalah seperti partikel yang lupa dirinya eksis
Dan hanya menyisakan Dia
Yang tak bisa disebut tanpa menyembah kebohongan
---
Bridge / Outro
Jika kau membaca ini dengan tenang, kau belum siap
Jika kau membacanya dengan gentar, kau masih mengandalkan pemahaman
Masuklah dalam kehampaan
Biarkan semua permulaan runtuh
Hanya Dia yang tetap…