[Intro]
[Verse 1(dialog)]
Kamu sih begitu
(Itu kataku(male))
Biarkan, aku menikmati jadi angka satu
(Itu jawabmu(male))
Apa?
Angka satu katamu?
(Tanyaku heran(male))
[Verse 2]
Hei, kawan...
Satu hanya baik untuk angka kemenangan
Tidak untuk keadaan menjomblo
(Seperti kamu(male))
[Verse 3]
Tersenyum meringis, responmu
Angka satu memang maumu
Ke mana saja sesuka sukamu
[Verse 4(dialog)]
Oh!
Begitu?
(Tanyaku(male))
Ya iyalah...
(Jawabmu sombong meski merana(male))
[Melodical interlude]
[Pre-Chorus]
Hei kawan...
Angka satu itu hanya syair dalam lagu
Masak sendiri dan itu pun hanya nasi
Setiap malam pasti selalu kesepian
Mata melotot pikiran menerawang
[Chorus]
Tidur telentang berbantal telapak tangan
Kaki ditekuk bersilang
Menatap langit-langit kamar
Membayangkan pasangan terbaik
yang tak kunjung kau dapatkan
[Melodical Interlude]
[Verse 5]
Sampai kapan kamu mencari?
Sampai kapan kamu berburu?
Yang baik itu tidak dicari tidak diburu
Yang baik itu dibina dan dibentuk
[Melodical Interlude]
[Pre-Chorus]
Hei kawan...
Angka satu itu hanya syair dalam lagu
Masak sendiri dan itu pun hanya nasi
Setiap malam pasti selalu kesepian
Mata melotot pikiran menerawang
[Chorus(final)]
Tidur telentang berbantal telapak tangan
Kaki ditekuk bersilang
Menatap langit-langit kamar
Membayangkan pasangan terbaik
yang tak kunjung kau dapatkan
[Melodical interlude]
[Bridge]
Yaaa...
Kamu itu nyaman jadi tunacinta
Tak ada hasratmu punya cinta
[Outro]
Ah, sudahlah, aku menyerah
Kamu itu nyaman jadi tunacinta
Tak ada hasratmu punya cinta